Kontroversi Hamster Hibrida

Posted on 2 April 2011

0


Hamster – hamster hibrid seperti Violet, Blue Argente, dan Golden akhir-akhir ini menjadi perbincangan banyak pihak – terutama di kalangan hobiis. Bagaimana tidak, hamster hibrida mampu menarik minat banyak hobiis karena warnanya unik dan lebih lucu dibandingkan hamster-hamster spesies. Walau begitu, keberadaan hamster hibrida mengandung suatu resiko tersembunyi. Resiko terbesar adalah rusaknya gen-gen asli dari hamster spesies.
Bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi? Kesalahan persepsi di masyarakat bahwa ketiga varian hamster hibrida dianggap Hamster Winter White. Padahal Winter White hanya memiliki gen warna putih, hitam, atau abu-abu. Gen warna kuning pada Blue Argente dan Golden serta Cream pada Violet bukanlah berasal dari Winter White, melainkan dari Champbel. Kesalahan persepsi ini mengakibatkan banyak orang mencampurkan (=meletakkan dalam satu kandang) hamster hibrida dengan hamster Winter White. Akibatnya banyak hamster spesies yang sekarang tidak murni lagi (tercampur baur seperti hamster hibrida).
Masalah lain, kita perlu memberi perhatian khusus pada Hibrid Golden. Ada 2 macam Hibrid Golden, yakni Hibrid Golden Mata Hitam/Golden Black Eye (GBE) dan Golden Mata Merah/Golden Albino/Golden Red Eye (GRE). Kedua hibrid ini memiliki gen yang tidak stabil. GBE dapat memiliki keturunan yang berwarna semakin gelap. Sepintas GBE “rusak” ini mirip Winter White Normal. Padahal sama sekali bukan. Jika diamati, biasanya terdapat semburat warna kuning pada punggungnya. Sedangkan GRE dapat memiliki penurunan kualitas keturunan dengan menjadi makin putih. Dalam istilah dagang di Indonesia, penurunan kualitas GRE ini dikenal dengan nama “GRE lokal”, “Pearl Mata Merah Garis Kuning” serta “Pearl Garis Kuning”.
Hamster Winter White yang dijual di Indonesia saat ini banyak yang merupakan hasil penurunan kualitas dari Hibrid Golden. Untuk Winter White Normal, kebanyakan hasil penurunan kualitas dari GBE. Sedangkan Pearl, sebagian juga merupakan penurunan kualitas dari GRE. Pearl juga dapat saja merupakan turunan rusak dari Violet. Sedangkan Winter White Saphire beresiko merupakan turunan rusak dari Violet. Cara mendeteksi kerusakan genetik ini cukup mudah. Perhatikan warna pada punggung hamster Winter White Normal. Pada Winter White Normal akan terdapat semburat warna kuning. Pada Winter White Saphire warna abu-abu kebiruan menjadi tidak tegas. Sedangkan pada Winter White Pearl, hilangnya garis hitam, terdapat garis kuning, atau mata merah dapat dicurigai merupakan ketidakmurnian genetik.

Pearl Mata Merah/Pearl Red Eye (PRE)
Pengecualian dapat diberikan kepada PRE. Beberapa PRE memang diduga merupakan penyimpangan genetik dari Pearl Standar. Namun demikian, ada juga PRE yang bukan hamster spesies, melainkan penurunan kualitas dari GRE. PRE yang benar harus berasal dari induk pearl mata hitam. Untuk mendeteksi kepalsuan ini, cukup lihat garis punggung pada PRE. PRE yang benar masih memiliki garis punggung hitam yang merupakan ciri khas Winter White Pearl. Pada PRE yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan asal-usulnya, biasanya berwarna putih polos atau ada garis kuning dipunggungnya.
Apakah benar ada PRE? Benar! Salah seorang anggota KHI, beruntung mendapatkan sepasang induk PRE yang merupakan saudara selahiran. Induk dan bapak dari PRE ini keduanya adalah Pearl biasa. Dengan demikian untuk sementara ini, jika memang tidak ada riwayat perkawinan campur dengan hamster campbel atau hibrida, PRE milik anggota KHI ini adalah PRE yang sesungguhnya. PRE ini layak dihargai lebih dibandingkan Golden jenis apapun.
Kontroversi lain dari Pearl adalah Pearl Putih Polos. Diketahui Pearl Putih Polos yang pertama kali diketahui dari seorang hobiis yang tinggal di kos daerah Semanggi. Hobiis ini awalnya hanya memiliki seekor violet. Karena ingin memiliki keturunan Violet, dia mengkawinkan satu-satunya Violet tersebut dengan Pearl. Ternyata pada keturunannya didapatkan Pearl yang makin hilang garis hitamnya. Setelah beberapa generasi didapatkan Pearl Putih Polos. Pearl Putih Polos ini telah menjadi incaran hobiis dari seluruh penjuru Jakarta. Bahkan ada hobiis dari Yoyakarta yang rela untuk naik kereta api ke Jakarta hanya untuk mendapatkan Pearl Putih Polos ini. Jadi, Pearl Putih Polos yang beredar saat ini diperkirakan adalah hasil turunan dari Violet – dengan kata lain, termasuk hamster hibrid.
Apa yang harus kita lakukan untuk meyikapi fenomena di atas? Adalah keputusan masing-masing individu untuk bersikap. Kita dapat memilih untuk bersikap cuek – yang berarti sebodo amat – toh hamsternya lucu ini. Atau kita mulai dari masing-masing pribadi mulai mengambil sikap untuk mempertahankan kemurnian genetik warisan alam. Ini artinya kita tidak akan menyilangkan hamster antar spesies atau hibrida. Fakta dalam percobaan yang dilakukan oleh KHI: Campbel Argente x Winter White Pearl akan menghasilkan anakan sebagaian Campbel Argente dan sebagian Winter White Pearl. Bisakah kita membedakan mana Winter White Pearl asli dan yang hasil pencampuran?

Posted in: Uncategorized